Awas pejalan kaki!


Pejalan kaki, ya mungkin nama ini sering kita dengar sebagai salah satu hal yang dapat menyebabkan kecelakaan. Bukan maksud hati ingin memarjinalkan keberadaan para pejalan kaki ini, tetapi justru berniat membuka mata Anda tentang sosok si pejalan kaki ini. Pejalan kaki, atau pedestrian adalah mereka yang gemar melakukan aktivitasnya dengan berjalan kaki, naik kendaraan umum tanpa menggunakan sarana transportasi pribadi. 

Terkadang, kebanyakan dari kita belum dan kurang bisa menghormati keberadaan pejalan kaki dan secara fair menganggap bahwa mereka merupakan salah satu komponen para pengguna jalan selain Anda para pengguna sepeda, sepeda motor ataupun pengendara mobil pribadi ataupun umum lainnya.

Keberadaannya yang penting sering di salah persepsikan, penting dalam arti menyangkut nyawa orang. Di indonesiaku sendiri, nasib pejalan kaki kurang di perhatikan karena kurangnya berbagai fasilitas yang memadai membuat pejalan kaki terkadang sering melakukan hal yang nekat dan terkadang menjadi momok yang menakutkan.

Bagi pengendara sepeda motor, salah satu hal yang “menyeramkan” pada saat menunggang sepeda motornya adalah keberadaan para pejalan kaki. Mengapa demikian? Sebab biasanya  kebanyakan pejalan kaki cenderung melintas pada jalan raya secara mendadak atau secara tiba-tiba. Kenyaataannya di lapangan, para pejalan kaki yang melintas berjalan dengan tanpa memberi sinyal untuk melintas atau bahkan ada yang secara tiba-tiba berlari pada saat menyebrang, tentu ini adalah hal yang sangat beresiko baik bagi para pengendara bermotor ataupun bagi pejalan kaki itu sendiri. Biasanya pejalan kaki melintas di depan angkot yang berhenti untuk “ngetem”, pada saat motor sedang berjalan cepat dan mendadak melihat pejalan kaki melintas, motor pun secara tiba-tiba harus mengerem laju kendararaan secara mendadak, tentu saja hal ini membuat arus lalu lintas menjadi berbahaya dan bisa-bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Pejalan kaki ini berjalan di atas zebra cross yang menuju objek vital suatu tempat, sebut saja stasiun kereta api umum dan tempat-tempat perbelanjaan. Terbesit dipikiran saya bahwa mengapa dalam hal ini khususnya pemerintah daerah setempat tidak menyiapkan sarana yang lebih pro terhadap para pejalan kaki tersebut, salah satunya mengupayakan jembatan penyeberangan yang layak dan aman. Tentu dengan berdirinya jembatan penyeberangan tersebut dapat membantu mengurangi kemacetan dan memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan, dalam hal ini para pejalan kaki serta meminimalisir angka kecelakaan.

Di Indonesia sendiri, sarana penyeberangan jalan dapat digolongkan minim sekali, sehingga jika kita berada di antara halte dan stasiun kereta sebut saja, kita pasti akan menjumpai kemacetan yang tak dapat di hindarkan, dampaknya pun tumpukan kendaraan menjulang kebelakang, karena di area zebra cross sendiri jarang tersedia lampu dan rambu-rambu marka jalan. Oleh karena itu seyogyanya pemerintah dapat membuat berbagai sarana penyeberangan jalan sehingga para pejalan kaki dapat melintas secara tepat, aman dan nyaman sesuai dengan tempat yang sudah disediakan.

Dengan adanya partisipasi yang baik sesama pengguna jalan, maka keselamatan semua pengguna jalan akan dengan mudah dapat di wujudkan, terlebih lagi banyak produsen kendaraan bermotor baik itu mobil ataupun motor telah membuat berbagai hal penunjang keselamatan para konsumen pengendaranya.

Semoga saran kecil ini dapat bermanfaat untuk mewujudkan indonesiaku yang tertib, aman dan selamat. Disamping itu juga, saran kecil ini menurut asumsi saya dapat di maksimalkan secara efektif guna mengurangi kesesakan ibu kota dan mengurangi angka kecelakaan yang ada.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar